Senin, 21 Maret 2016

cara cepat membuat daun pintu

  Cara cepat membuat daun pintu kayu. Berikut akan saya jelaskan bagaimana cara membuat daun pintu kayu. Dengan waktu yang singkat atau dengan cepat. Biasa pada umumnya dalam pembuatan daun pintu kayu. Itu di butuhkan waktu kira kira satu setengah hari atau bahkan sampai dua hari. Karna membuat daun pintu itu yang paling lama pengerjaannya adalah cara melubangi pahatan tempat purusan dan juga cara mempanel isen daun pintu. akan tetapi masalah itu bisa teratasi dengan tips ini. atau bahkan dalam waktu sehari itu bisa memperoleh dua buah daun pintu. dengan menggunakan tips ini.
 
Cara Cepat Membuat Daun Pintu Kayu 
Berikut cara pembuatannya.

1. Pertama tama kita pilih bahan bahanya lebih dulu sesuai kebutuhan dari bentuk atau model pintunya itu sendiri. seperti slimar sunduk bagian atas dan bagian bawah. untuk pemilihan kayu itu juga harus yang berkualitas usahakan kayu itu tidak mengandung hama kayu. atau mungkin rawan pecah di bagian bagian yang paling penting. seperti di ujung ujung kayu tempat purusan itu akan di proses.

2. Potong bahan kayu terlebih dahulu sesuai ukuran daun pintu. untuk pemotongan bahan kayu usahakan yang pas. jangan di lebih lebihkan dari ukuran pintu. supaya tidak terlalu boros dengan kayu. atau juga biasa di sebut magak. karna jika memotong bahan kayu dengan ukuran yang magak itu bisa merugikan perusahaan.

3.Tahap penyerutan. sebelum memulai penyerutan mesin serut kita harus dalam kondisi normal atau fit. seperti mata pisaunya itu harus tajam. untuk penyerutan kayu jangan terlalu banyak banyak. cukup ambil pressisinya saja di setip sudut kayu. seperti kelurusan kayu dan kesikuan sudut kayu. yang paling penting jangan sampai penyerutan kayu slimar itu tidak siku. karna akan bisa mengakibatkan mulet atau muntir dalam penyetelan pintu.

4. Kelebaran dan ketebalan bahan kayunya itu harus pressisi. untuk mendapatkan kelebaran dan ketebalan kayunya itu gunakanlah plusut. karna dengan menggunakan alat plusut itu lebih efektif dalam penyerutan. Jika proses penyerutan bahan kayunya sudah selesai. baru tahap pengukuran pintu seperti panjangnya dan lebarnya. untuk pengukuran atau menandai angka meteran di bahan kayunya itu gunakan pulfoin.  Setelah itu baru kemudian kita memprosteknya di bagian bagian ukuran sunduk kayu itu bertautan. untuk cara memprosteknya gunakan mesin serkel.

Cara Cepat Membuat Daun Pintu Kayu

5. Setelah proses pemerostekan sudah selesai. maka kita bisa memulai membuat purusan. untuk membuat purusan itu jangan sampai miring atau kekecilan atau terlalu tebal. yang paling di utamakan dalam cara cepat membuat daun pintu. itu adalah di poin bagian membuat purusannya ini. panjang purusan jangan terlalu panjang atau terlalu pendek cukup 4,5 cm saja. yang penting purusan itu pas dengan lubang tatahan atau lubang pahatan pada slimar. istilah bahasa jawanya tidak "koklok"

6. Kemudian  proses pem profilan bagian slimar dan sunduk atau juga melubangi tempat isen pintu atau biasa di sebut "mengelup" perlu juga di ketahui proses menggunakan profil itu semua mata profil  harus dalam kondisi tajam agar profilan terlihat rata atau tidak bergelombang dan juga semakin cepat prosem pengerjaanya. langkah selanjutnya memotong bagian bagian kayu. seperti memelan purusan dan memelan pahatan. untuk pemotonagan gunakan mesin pemotong serkel. inti dari semua pekerjaannya itu semua menggunakan mesin. dan lepas dari peralatan manual.

7. Langkah selanjutnya adalah melubangi atau membobok tempat di mana purusan itu akan di tancapkan. untuk cara melubangi itu gunakan mesin bobok duduk. karna dengan mesin tatah duduk itu sangat cepat dan mudah.

8. Pembuatan isi papan daun pintu. untuk pembuatan isi gunakan paku dan lem dalam penyambungan papan. untuk penyambungan papan harus memakai pres agar penyambungan menghasilkan yang kuat. dan untuk isi atau papan itu berbentuk panil atau berbentuk minimalis. untuk semua pengerjaan isi daun pintu itu menggunakan mesin profil. atau baca tips cara membuat bentuk panil pada daun pintu di artikel sebelumnya.

9. Dan terakhir penyetelan atau pengetrapan. untuk pengetrapan gunakan paku dari kayu atau patek.dan lem di setiap purusan agar menambah daya kekuatan pintu. demikian tips cara membuat daun pintu dari kayu. semoga  tips ini bermanfaat untuk anda.

Sabtu, 19 Maret 2016

cara mudah membuat meja dengan triplek

   Dalam membuat meja tentunya bagi yang belum pengalaman akan membingungkan dan sulit. Bahan dalam membuat sebuah meja tak cuma satu bahan namun ada bebrapa bahan yang bisa di gunakan dalam membuat sebuah meja antara lain adalah kayu, alumunium, besi, triplek. Namun bahan yang paling mudah untuk di kerjakan dalam  Cara Tercepat Termudah Membuat Meja Dengan Triplek, dengan menggunakan bahan triplek kita membutuhkan alat yang sedikit dan waktu yang lebih cepat serta mudah .
meja dari triplek

Cara Tercepat Termudah Membuat Meja Dengan Triplek

Adapu caranya adalah pertama-tama dengan mempersiapkan peralatan pertukangan sebagai berikut :
  1. gergaji manual ataupun mesin
  2. mesin bor + obeng men dan plus
  3. lem kayu
  4. pengaris
  5. siku
  6. sekrup kalsi ukuran 4 cm
  7. palu
 Adapun bahan yang di gunakan adalah triplek ukuran tebal 2 cm
- Yang pertama kita buat dahulu gambar bentuk meja dengan di sertain ukurannya di kertas agar mempermudah kita dalam membuat dan mengukur bahan-bahan tersebut. misal ukuran meja tinggi 4o cm x lebar 100 cm x panjang 100 cm.
- Yang kedua  mulai dengan memotong satu demi satu bahn yang akan di buat, dengan di buat komponen seperti top pada meja, samping , dan otot-otot meja tersebut.
Yang ketiga pemasangan . Rangkailah satu demi satu tiap-tiap komponen dengan menggunakan lem dan di sekrup, perlu di ingat bila menggunakan bahan triplek jangan menggunakan media paku dalam merakitnya, karna kurang maksimal dan mudah terlepas dan itu di sebabkan karna triplek tidak mempunyai serat sperti kayu walaupun terbuat dari kayu.
Bila semua sudah terakit dan selesai tinggal merapikannya dengan amplas, dan siap di pakai demikiannlah Cara Tercepat Termudah Membuat Meja Dengan Triplek.

Cara Mengecat Furniture Yang Berbahan Dasar Triplek Dengan Mudah

cara pengecatan untuk triplek
 Bila anda membuat sesuatu dengan bahan dasar triplek dan ingin mengectnya gampang, ada cara mengecat furniture yang berbahan dasar triplek dengan mudah. baca juga.cara mudah pengecetan kayu dengan kompresor.

- Yang pertama kali di lakukan adalah dengan melapisi triplek tersebut dengan foxsi atau dempul, atau plamer yang berfungsi untuk menutupi pori-pori pada triplek tersebut. supaya waktu mengecat triplek tersebut tidak meresap pada triplek tersebut.
-Yang kedua amplas dasar triplek yang sudah di lapisi tersebut hingga halus dan rata.
-Yang ke tiga mulai pengecatan , pengecatan bisa di lakukan dengan manual ( kuas ) atau bisa juga dengan kompresor Bila dengan menggunakan kompresor akan menghasilkan hasil yang bagus dan maksimal. Setelah semua di cat biarkan kering , lalu ulangi sekali lagi untuk hasil yang maksimal.
   Demikian Cara Tercepat Termudah Membuat Meja Dengan Triplek dan cara mengecat furniture yang berbahan dasar triplek dengan mudah.

Jumat, 18 Maret 2016

gambar gambar mebel dari bambu





Hasil gambar untuk cara membuat mebel dari bambuHasil gambar untuk cara membuat mebel dari bambuHasil gambar untuk cara membuat mebel dari bambuHasil gambar untuk cara membuat mebel dari bambu
Hasil gambar untuk cara membuat mebel dari bambu

cara membuat mebel dipan dari bambu

Kita siapkan peralatan, antara lain:
  1. Gergaji kayu untuk memotongbambu menjadi potongan-potongan sesuai ukuran yang dikehendaki,
  2. Parang untuk memotong bambu dan membersihkan cabang di setiap ruas bambu,
  3. Palu/pukul besi untuk memasang paku pada saat pengikatan menggunakan rotan tali,
  4. Tang digunakan pada saat pengikatan rangka bambu dengan rotan tali,
  5. Tatah untuk merapikan batang bagian dalam setelah dilakukan pemotongan dan membuat lobang untuk pembuatan engsel dan pasak,
  6. Bor kayu untuk membuat lobang. Penggunaan bor ini (satu-satunya mesin yang ada) agar bambu tidak mudah patah/retak pada saat membuat lobang,
  7. Meteran untuk membuat ukuran-ukuran sebelum batang bambu dipotong,
  8. Tatah ukir untuk membuat ornamen ukiran pada sandaran kursi dengan motif binatang, pemandangan atau bunga,
  9. Pisau raut untuk membersihkan kulit batang bambu yang telah dibuat ornamen ukir sehingga motif ornamen atau ukiran akan terlihat lebih nyata,
  10. Kuas digunakan pada saat finshing mebel bambu untuk memberikan lapisan vernis atau melamin pada setiap permukaan mebel

alat dan bahan pembuatan mebel dari bambu

Kita siapkan peralatan, antara lain:
  1. Gergaji kayu untuk memotong bambu menjadi potongan-potongan sesuai ukuran yang dikehendaki,
  2. Parang untuk memotong bambu dan membersihkan cabang di setiap ruas bambu,
  3. Palu/pukul besi untuk memasang paku pada saat pengikatan menggunakan rotan tali,
  4. Tang digunakan pada saat pengikatan rangka bambu dengan rotan tali,
  5. Tatah untuk merapikan batang bagian dalam setelah dilakukan pemotongan dan membuat lobang untuk pembuatan engsel dan pasak,
  6. Bor kayu untuk membuat lobang. Penggunaan bor ini (satu-satunya mesin yang ada) agar bambu tidak mudah patah/retak pada saat membuat lobang,
  7. Meteran untuk membuat ukuran-ukuran sebelum batang bambu dipotong,
  8. Tatah ukir untuk membuat ornamen ukiran pada sandaran kursi dengan motif binatang, pemandangan atau bunga,
  9. Pisau raut untuk membersihkan kulit batang bambu yang telah dibuat ornamen ukir sehingga motif ornamen atau ukiran akan terlihat lebih nyata,
  10. Kuas digunakan pada saat finshing mebel bambu untuk memberikan lapisan vernis atau melamin pada setiap permukaan mebel.
Kemudian bahan yang kita butuhkan, antara lain:
a. Bahan Baku
Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat mebel bambu adalah bambu wulung/hitam (Gigantochloa verticillata), yang memiliki rata-rata ketinggian hingga 15 meter dengan panjang ruas 40-50 cm dan diameter +8 cm serta ketebalan batang +8 mm. Dengan penanganan yang baik selama proses pengeringan dan pengawetan maka bambu wulung dapat bertahan lebih dari 10 tahun.
Adapun batang bambu yang tidak terpakai dalam proses produksi mebel bambu adalah:
  1. sepanjang 1 meter dari pangkal bambu karena relatif bengkok dengan ruas pendek. Bagian ini kadang bias digunakan untuk kerajinan asbak dan vas bunga.
  2. batang bambu diatas 7,25 m dari pangkal bambu karena memiliki diameter batang yang kecil dan cenderung melengkung. Batang bambu ini dapat digunakan sebagai bahan baku anyaman besek.
b. Bahan Pembantu
Tali Rotan merupakan bahan pembantu utama dalam pembuatan mebel bambu yang difungsikan sebagai pengikat sendi-sendi maupun pengikat iratan tempat duduk, sandaran kursi dan alas meja. Pemilihan rotan sebagai bahan pengikat dengan pertimbangan bahwa rotan memiliki struktur bahan yang liat dan kuat, memiliki ketahanan yang lama serta memiliki nilai seni tersendiri. Dalam pembuatan mebel bambu, terdapat 3 (tiga) jenis rotan yang digunakan, yaitu :
  1. Rotan Tali, digunakan untuk mengikat setiap sendi/siku dalam mebel bambu;
  2. Rotan Gelondong, digunakan untuk mengikat dan mempercantik pelupuh/papan bambu pada sandaran kursi;
  3. Rotan Antik, digunakan untuk mengikat iratan yang telah disusun menjadi pelupuh pada alas kursi dan alas meja.
Bahan-bahan penolong lain yang banyak digunakan adalah ampelas, paku, kuas, vernis, melamin/impra dan tinner super.

macam macam alat mebel

    Macam-macam alat mebel kayu jika ingin memulai bisnis di bidang furniture. Hal ini merupakan modal sederhana yang perlu anda ketahui sebagai pebisnis awal. Jika anda sudah memiliki niat yang besar untuk memulai usahanya namun kebingungan untuk menyediakan peralatan apa sajakah yang diperlukan? Ada baiknya anda membaca dulu artikel ini.
Pada zaman sekarang peralatan pertukangan telah berkembang semakin maju lagi, beberapa besar alat alat telah memakai penggerak listrik, seperti bor listrik, sugu (ketam) listrik, gergaji listrik, pahat dengan penggerak listrik, alat pemasang skrup dengan listrik serta lain sebagainya. Hingga sistem pelaksanaan satu product jadi begitu gampang serta cepat, namun walau demikian peralatan tradisional masih tetap di butuhkan. Sebagai contoh alat sugu (ketam) penghalus yang manual masihlah di pakai walau sugu listrik ada.

Dalam melakukan pekerjaannya, seorang tukang kayu mesti dapat membedakan, mengerti serta tahu peralatan apa sajakah yang dipakai dalam kerjakan pekerjaan kayu.
Dalam industri permebelan, kehadiran alat-alat pertukangan yang ideal sangat utama. Sebab kehadiran peralatan yang ideal ini bakal begitu berpengaruh pada efisiensi pelaksanaan atau efisiensi sistem produksi yaitu dapat lebih menghemat saat serta cost. Terlebih, pemakainya terampil dalam memakai alat-alat pertukangan itu.

Di bawah ini merupakan beberapa Macam-macam alat mebel kayu yang mutlak mesti ada pada industri permebelan :

Bandsaw

  1. Bandsaw : alat ini dapat dianggap mutlak namun juga bisa tidak. Tujuannya, untuk industri permebelan yang bahan bakunya (kayu) telah berwujud lembaran atau sirap, kehadiran alat ini tak penting. Namun bila persediaan bahan baku masihlah berbentuk kayu gelondong atau kayu log, kehadiran alat ini begitu utama sebab bandsaw adalah gergaji serkel yang ukurannya besar, manfaatnya untuk menggergaji kayu gelondong jadi sirap atau lembaran.
Macam-macam alat mebel kayu
Bandsaw

  1. Mesin serut atau mesin plener : Kehadiran mesin ini mutlak mesti ada, mesin ini berperan untuk meratakan bagian kayu sebelumnya dibuat. Pada dasarnya, mesin plener ini ada 2 type yaitu mesin plener meja serta mesin plener tangan atau genggam.
Macam-macam alat mebel kayu
Mesin Plener

Baca juga : Kegunaan Mesin Milling yang Perlu Anda Tahu
alat permebelan
Mesin plener meja : type alat serut ini lebih pas dipakai untuk meratakan kayu yang berbidang lebar seperti almari, meja, pintu dll

Sedang mesin plener tangan begitu fleksibel, dapat untuk meratakan kayu berbidang lebar ataupun bagian kayu yang susah dijangkau. Namun, umumnya plener tangan ini dipakai untuk meratakan sambungan antar komponen kayu.

  1. Mesin profil : mesin ini kerap diperlukan untuk pembuatan macam profilan pada kayu.
Macam-macam alat mebel kayu
Mesin Profil

  1. Mesin gergaji : mesin gergaji ini terdapat beberapa jenisnya, namun cuma ada 2 type yang paling utama yaitu :
Macam-macam alat mebel kayu
pertama yaitu mesin gergaji potong yang berperan untuk memotong bagian lurus
ke-2 yaitu mesin gergaji serkel yang mempunyai manfaat untuk memotong atau membuat kayu agar akhirnya bengkok atau melengkung.
Baca juga : Cara Menggunakan Mesin Press Hidraulik
peralatan mebel

  1. Mesin bor : berperan untuk mengebor kayu.
Macam-macam alat mebel kayu
Mesin Bor Kayu

Serta alat-alat pendukung yang lain adalah

  1. Palu : berperan sebagai alat dorong bahan pelengkap yang lain seperti untuk menancapkan paku pada kayu.

  1. Tata atau pahat : alat ini mempunyai banyak manfaat. Alat ini juga dapat dipakai untuk buat lubang purusan pada kayu.

  1. Obeng : alat ini berperan untuk menempatkan sekrup pada kayu.

  1. Siku : alat ini berperan untuk mengetahui tingkat kesikuan barang ketika ditangani.

  1. Jidar atau mistar : umumnya, alat ini dipakai untuk buat garis lurus pada kayu supaya saat kayu itu digergaji, hasilnya dapat betul-betul lurus.

  1. Pensil : umum dipakai untuk bikin mal atau bentuk komponen untuk barang yang bakal di buat.

  Terkecuali alat-alat pertukangan yang telah dijelaskan diatas itu, sesungguhnya masih ada peralatan lain yang umum dipakai dalam industri permebelan, namun peralatan diatas telah cukup atau alat standard yang perlu ada pada industri permebelan supaya sistem produksinya dapat lebih lancar serta lebih efektif terhadap waktu serta ongkos juga pastinya.

Kamis, 10 Maret 2016

membuat meubel/perabot kayu

    Meubel atau mebel atau furniture kayu adalah perabot yang terbuat dari bahan utama kayu. Perabot yang sangat familiar dengan kehidupan kita. Seperti meja, kursi, tempat tidur, lemari, gradenza dan lain-lain adalah benda-benda yang sehari-hari ada di sekitar kita. Kebanyakan orang hanya sebagai pemakai, pembeli, kolektor dan sebagainya. Namun jarang yang memahami proses pembuatannya. Jenis-jenis meubel sangat beraneka ragam dilihat dari proses produksinya, mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Namun pada dasarnya memiliki tahap-tahap produksi yang tidak jauh berbeda, seperti berikut :
Mendesain
Desain mebel meliputi bentuk dan ukuran mebel yang akan dibuat. Desain biasanya dibuat dalam bentuk gambar sket terlebih dahulu untuk melihat bentuk dasarnya, sekaligus desain konstruksinya yang direncanakan/diharapkan kokoh. Setelah itu, baru dibuat apa yang disebut dengan Gambar Kerja, dimana gambar tersebut telah dilengkapi dengan ukuran-ukuran seperti panjang, lebar, tinggi dan ukuran-ukuran lain yang diperlukan. Gambar tersebut lebih baik dibuat dengan skala, sehingga apabila ada ukuran-ukuran yang tidak tercantum pada gambar, orang yang akan membuat mebel tersebut dapat menentukan ukuran sendiri berdasar skala gambar tersebut.
Merancang sambungan
Mebel terdiri dari komponen-komponen yang harus dirakit, seperti kaki, ambang, rangka, alas dan sebagainya. Komponen-komponen tersebut harus dilengkapi dengan sambungan agar dapat dirakit. Sambungan tersebut sangat beragam jenisnya, tergantung kebutuhan. Masing-masing sambungan memiliki maksud tertentu dalam pemilihannya, misalnya untuk memenuhi syarat kekokohan atau syarat untuk estetika. Ketika kita membuat mebel yang membutuhkan durabilitas dan kekuatan yang tinggi karena sering digunakan atau karena untuk menahan beban yang berat, maka faktor kekokohan sambungan adalah mutlak menjadi prioritas. Misalnya seperti kursi kayu, yang selalu diduduki dan kadang digoyang-goyang oleh penggunanya, akan cepat rusak jika sambungan-sambungannya tidak kokoh. Sambungan yang umum digunakan adalah sambungan pen (atau purus) dan lubang purusnya. Selain itu harus direncanakan juga sambungan tersebut akan di-matikan dengan alat sambung berupa lem, paku, sekrup, pasak/dowel atau yang lainnya.

Menghitung kebutuhan bahan
Dari gambar kerja dan rencana sambungannya, kita dapat menghitung kebutuhan bahan kayu yang akan digunakan. Perlu diingat bahwa keberadaan pen/purus akan menambah panjang kayu yang akan dibuat komponen mebel. Misalnya, panjang komponen ambang (komponen horisontal) adalah 60 cm. Namun pada kedua ujungnya harus terdapat pen/purus dengan panjang masing-masing 2,5 cm, maka panjang bahan kayu yang dibutuhkan untuk membuatnya adalah 60+2,5+2,5 = 65 cm. Kebutuhan bahan untuk membuat masing-masing komponen meubel diinventarisir (bisa dibuat dalam bentuk tabel). Kebutuhan bahan harus disesuaikan dengan keberadaan ukuran-ukuran kayu yang ada di pasaran. Misalnya untuk membuat komponen kaki meja dengan ukuran 5 x 5 x 80 cm, berarti kita harus menyiapkan kayu dengan ukuran 5 x7 cm (kaso). Ukuran kayu di pasaran antara lain 2 x 3 cm, 3 x 4 cm, 5 x 7 cm, 6 x 12 cm, 3 x 20 cm, 4 x 20 cm, 4 x 30 cm, dsb dengan panjang 2 m atau 4 m.
Membuat komponen
Sebelumnya, disiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti gergaji, ketam, pahat, palu, siku, meteran, pensil dan peralatan bantu lainnya. Pertama yang dilakukan adalah mengetam permukaan kayu agar rata dan halus. Kesikuan keempat sisi kayu harus diperiksa menggunakan siku. Apabila tidak siku, ketamlah sisi-sisi kayu yang tidak siku tersebut. Berdasar gambar kerja, buatlah garis-garis pemotongan pada bahan kayu sesuai panjang komponen+purus/pen dengan bantuan siku dan meteran. Kemudian potong kayu dengan gergaji.Untuk membuat pen/purus menggunakan gergaji kemudian dirapihkan menggunakan pahat. Untuk membuat lubang pen digunakan pahat. Buatlah semua komponen, dengan terlebih dahulu membuat komponen-komponen dengan bentuk dan ukuran yang sama.

Merakit komponen
Setelah komponen-komponen dan sambungannya dibuat, cobalah untuk merakitnya dengan memasangkan pen/purus pada lubang pasangannya. Biasanya mebel terangkai dari beberapa segmen yang masing-masing terdiri dari komponen-komponen yang telah dirakit. Masing-masing segmen tersebut dirakit terlebih dahulu. Prinsip dalam merakit adalah kesikuan dan kerapatan pada setiap hubungan antar komponen. Kesikuan didapat apabila lubang dan pen/purusnya benar-benar presisi. Dalam prakteknya jarang dijumpai sambungan yang ketika dirakit langsung terpenuhi kesikuannya. Oleh karena itu, diperlukan sedikit perbaikan pada sambungannya menggunakan pahat, kemudian dicek kesikuannya menggunakan siku. Kerapatan antar komponen yang disambung akan membangun kekokohan sambungan selain untuk memenuhi unsur kerapihan/estetika. Ketidak-rapat-an sambungan disebabkan ukuran pen/purus tidak sesuai dengan lubangnya. Jika ini terjadi, perbaiki pen/purusnya menggunkan pahat. Pen yang terlalu longgar juga tidak diperkenankan, karena sambungan akan lemah terhadap beban, terutama apabila mebel tersebut menerima goyangan yang berulang-ulang. Apabila sudah terlanjur demikian, lebih baik ganti komponen mebel dengan yang baru. Setelah masing-masing segmen dirakit, gabungkan segmen-segmen tersebut, rakit diatas permukaan lantai yang datar. Gunakan klem untuk membantu merapatkan segmen-segmen yang dirakit. Cek kesikuan dan kerapatan sambungannya menggunakan siku.

Mematikan sambungan
Setelah mebel dirakit, dan diyakini semua syarat pada sambungan (siku dan rapat) terpenuhi, bongkar kembali komponen-komponennya. Lumuri setiap sambungan dengan lem kayu, lalu rakit seperti semula. Cek kembali kesikuan dan kerapatan sambungannya. Gunakan klem untuk merapatkan sambungan dan menjaga agar bentuk tidak berubah. Kemudian untuk memperkuat sambungan, gunakan paku, atau lebih baik lagi menggunakan pasak/dowel dari kayu/bambu dengan terlebih dahulu membuat lubang pasak denan bor tangan pada sambungan bersangkutan. Biarkan lem mengering, lalu lepaskan klem. Jika ada permukaan pada sambungan yang kurang rata, gunakan ketam untuk meratakannya.
Memasang asesoris meubel
Asesoris mebel seperti engsel, kunci, slot, tarikan dsb disetel dan dipasang pada meubel yang telah dirakit. Setelah itu dilepas kembali agar tidak mengganggu proses salanjutnya, yaitu finishing. Peralatan yang digunakan antara lain obeng, bor, pahat dan palu.
Finishing
Proses berikutnya adalah memberikan lapisan pada permukaan meubel, terutama pada bagian luar yang terlihat. Proses ini disebut dengan finishing. Finishing bertujuan selain untuk menambah keindahan juga menambah keawetan dari meubel. Tahapan finishing pada umumnya adalah sebagai berikut :
– menghaluskan permukaan dengan amplas
– mengisi pori-pori kayu dengan woodfiller menggunakan scrap/kape
– mengamplas permukaan yang telah diisi pori-pori
– memberi pelapisan dasar menggunakan kuas atau spray gun+kompresor
– mengamplas permukaan yang telah diberi lapisan dasar
– memberi lapisan akhir (top coating) menggunakan kuas atau spray gun+kompresor